Ditreskrimsus Polda Jateng Tetapkan 12 Tersangka Kasus Mafia Tanah!

Ditreskrimsus Polda Jateng melalui Satgas Puser Bumi Polda Jateng mengungkap enam kasus mafia tanah dalam kurun waktu satu tahun sejak berdiri.

Dalam mengungkap kasus tersebut, polisi menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus mafia tanah. Demikian dilaporkan Dirrekrimsus Polda Jateng, Kombes Pol. Johanson Ronald Simamora, Asal.

Didampingi Kepala Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Dirreskrimsus menjelaskan bahwa Satgas Puser Bumi merupakan tim gabungan Ditreskrimsus yang menangani pengaduan masalah pertanahan.

Sejak awal, tim gabungan Satgas Puser Bumi telah menerima 12 pengaduan masalah pertanahan, di mana 8 pengaduan telah dieskalasikan ke laporan polisi (LP), dan 6 LP telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka di tanah air,” Selasa (7/7). (19/2022).

Cara yang dilakukan tersangka bermacam-macam, antara lain pura-pura jual beli tanah dan pura-pura kuasa beli atau jual kuasa.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dalam kasus yang ditangani Tim 2 Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah itu, penyidik ​​mengamankan 3 tersangka berinisial DI, IDA dan AH. Ketiga tersangka ini memiliki peran masing-masing,” katanya.

Modus yang digunakan adalah membeli 11 lot di Salatiga. Kasus ini bermula pada Juni 2016 saat tersangka DI yang terlibat dalam penggeledahan properti bertemu dengan 11 pemilik properti.

Tersangka DI membayar uang jaminan kepada pemilik tanah sebesar Rp 110 juta kepada 11 pemilik tanah.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Pemiliknya diberitahu bahwa tanah tersebut telah dibeli oleh seorang pengusaha rokok berinisial AH. Dia juga meyakinkan pemilik tanah bahwa pembayaran untuk tanah akan dilakukan secara bertahap.

Selain itu, tersangka DI meminjam akta kepemilikan dengan dalih mengecek ke BPN. Namun, alih-alih verifikasi, akta tersebut kemudian diproses oleh Notaris IDA menjadi atas nama AH.

Sertifikat yang dibatalkan tersebut kemudian dijadikan jaminan pada bank swasta dengan jumlah pinjaman sebesar Rp. 25 miliar atas nama peminjam AH. Namun saat ini pemilik barang belum melunasi barang yang dibeli tersangka DI,” lanjutnya.

Hingga akhirnya pinjaman tidak lunas dan bank swasta memeriksa dan mengukur 11 bidang sertifikat yang dijadikan jaminan. Hal ini diketahui oleh pemilik properti, yang kemudian menolak jual beli properti yang belum dibayar.

Terdakwa akan menghadapi 378 pasal 55 ayat 1 no 1 StGB untuk penipuan dan 266 i ancaman maksimal 7 tahun penjara,” katanya.

Dalam konferensi tersebut ada kejadian menarik dimana sejumlah korban tersangka mafia tanah hadir dalam konferensi tersebut. Ia spontan mengungkapkan rasa terima kasih dan emosinya di depan Kombes Johanson.

Para korban yang seluruhnya merupakan warga Salatiga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan Polda Jateng menangkap para tersangka.

“Negara kita dengan total 11 sertipikat itu awalnya pinjam katanya mau cek di BPN, tapi ternyata tiba-tiba dilelang cek bank”, .

Dia dapat menemukan bahwa tanah itu dapat segera dikembalikan dan penyelidikan berjalan lancar.

“Sebagai korban, kami lelah dan cepat putus asa berjuang untuk negara kami. Kami berterima kasih untuk itu. Mudah-mudahan setelah penyelidikan selesai, negara kita bisa segera dipulangkan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.